KIDUNG KEMATIAN Angin malam berhembus perlahan cahaya bintang yang bertaburan di angkasa menambah kesempurnaan lagunan kunyanyikan, aku berjalan menelusuri dinginnya sang angin malam yang menukku berlahan-lahan. Disudut kota banda aceh yang sangat megah dengan syari’at islamnya yang begitu gagah dengan wilayadatul hisbahnya dengan symbol nangroe yang sejahtera “ternyata hanya sebuah tulisan yang mengesahkan tentang kebohongan…!” Entah kemana darah pahlawan,entah kemana pejabat yang budiman, entah kemana pemimpin yang sejati yang mampu mengembalikan acehku yang dulu…? Wahai sejarah……..dimanakah sekarang aku berpijak , dimanakah daku berada…..?, sungguh daku sangat kecewa hatiku terluka menatap anak bangsa yang kian hari kian merajalela yang kian giatnya memperjuangkan kutukan yang kuasa…..?! dan sepertinya sa’at yang tepat untuk mati demi hidup yang lebih sempurna, demi hidup yang kekal selama-lamanya telah tiba……Wahai angin malam bintang yang bersinar terang kukatakan p...